Kenapa ada orang yang melukai diri sendiri? Gimana cara agar stop dari perilaku ini?
Gimana membantu orang yang self-harm?
Utas untuk sama-sama belajar saling memahami, bukan menghakimi.
Teruntuk teman-teman yang pernah atau masih melakukannya, tulisan berikut mungkin akan memicu, mengingatkan kembali, atau membuatmu gak nyaman.
Buat dirimu nyaman dulu, tenang ketika membacanya. Atur nafas dan kalau memang masih sangat mengganggu, di-skip aja ya.
Apa itu Self-harm?
Sering disebut juga Non-Suicidal Self-Injury (NSSI), Self-harm adalah perilaku melukai diri sendiri. Bentuknya ada berbagai macam, misalnya menyayat, mencubit, memukul, membenturkan, starving, sengaja overdosis, dan lain sebagainya.
Intinya, self-harm itu merusak tubuh secara sengaja baik melalui penggunaan benda tajam, perilaku kekerasan, sampai aktivitas yang membuat kesehatan tubuh jadi menurun dan memburuk.
Ada yang melakukan 1 bentuk, ada juga yang beberapa bentuk self-harm.
Kenapa ada orang yang kepikiran untuk melakukan self-harm? Ada banyak alasannya, masing-masing mungkin punya alasan tersendiri.
Dari semua alasan dan jawaban atas pertanyaan "kenapa melakukan self-harm", setidaknya ada beberapa alasan yang umumnya melatarbelakangi self-harm.
Kenapa orang melakukan self-harm? Umumnya sebagai:
- Ekspresi emosi negatif (sedih, marah, kecewa, takut, dsb)- Cara mengelola stres
- Bentuk hukuman terhadap diri
- Tanda butuh pertolongan
- Pelarian dari perasaan hampa dan butuh merasakan sesuatu
Pemicunya (stressor) juga beragam, bisa karena:
- Relasi yg buruk dengan orang terdekat (ortu, peer, pacar)
- Pengalaman traumatis masa lalu
- Pengelolaan emosi & stres yg tidak tepat
- Gangguan psikis seperti Borderline Personality Disorder
- Persepsi buruk tentang diri sendiri
Apa yang biasanya dirasakan setelah melakukan self-harm?
- Lega- Good mood
- Merasa bersalah
- Menyesal
Sehingga sering bgt jadi kayak siklus. Setelah merasa lega, good mood eh ngeliat luka jadi merasa bersalah, menyesal. Akhirnya self-harm lagi utk menghilangkan perasaan itu.
Beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait self-harm:
- Bisa juga sebagai bentuk mencari perhatian- Bisa juga berlanjut menjadi percobaan bunuh diri
- Bisa berbarengan dengan perubahan mood ekstrem
- Bisa kambuh sewaktu-waktu
Ini penting untuk diketahui.
How to stop it? Secara singkat bisa dimulai dengan:
- Identifikasi stressor- Selesaikan isu terkait stressor
- Secara perlahan menurunkan intensi self-harm
- Cari alternatif cara untuk mengalihkan pikiran
Terdengar mudah, tapi tentu ada tantangannya.
Perlu kesadaran penuh dari yang bersangkutan bahwa self-harm berasal dari pikiran terkait masa depan, masa lalu, konsep diri, maupun relasi. Penting untuk tahu mana yang paling berperan memicu self-harm lalu pelan-pelan selesaikan. Minta bantuan kalau memang gak bisa sendiri ya.
Udah tahu stressor-nya apa, ketika ada situasi dgn stressor tsb bisa antisipasi. Kalau tadinya otomatis mengambil benda tajam, coba diam dulu sebentar, duduk, atur nafas, dan sebisa mungkin cari alternatif lain yang less-dangerous. Misalnya menulis, teriak, or even crying.
Tadi itu cara-cara yang cukup baik untuk mereduksi intensitas self-harm. Tapi kalau terus-terusan menangis atau jadinya marah-marah terus juga gak baik. Kamu mungkin perlu latihan cara mengelola emosi dgn lebih tepat.
Kalau menulis atau mengekspresikan dengan lebih positif, tak mengapa.
Psikoterapi kognitif-perilaku dari psikolog bisa membantu mengurangi keinginan untuk self-harm. Bahkan beberapa ada yang berhasil berhenti total dan tidak melakukan selama bertahun-tahun setelahnya. Tentu itu juga karena orangnya punya tekad kuat untuk stop.
Selagi mencari bantuan, ada beberapa cara lain yang bisa coba dibiasakan:
- Curhat ke orang yang dipercaya, bisa orang terdekat atau profesional- Temukan (atau bahkan buat) dukungan sosial
- Jalani hobi dan aktivitas yang kamu banget, tentu yang positif juga
Yakin, pasti bisa!
Kalau di sekitarmu ada orang yang self-harm, yang bisa kamu coba lakukan:
- Sediakan diri untuk mendengarkan- Bantu ingatkan untuk tidak self-harm ketika menghadapi stressor
- Sama-sama mempelajari cara mencegah yang bisa dilakukan bareng-bareng
- Tawarkan bantuan ke profesional
Menangani self-harm itu perlu kerja sama yang solid antara orang yang melakukan, orang terdekat, dan profesional kesehatan mental.
Semakin solid dan sama-sama mau usaha bareng untuk memutus perilaku self-harm, maka semakin besar kesempatan untuk berhenti dan tidak kambuh lagi.
Orang dengan self-harm biasanya punya masalah terkait relasi, entah itu keluarga, teman, atau pacar. Jadi, memiliki relasi yang luas dan suporitf bisa bantu orang dgn self-harm bangkit dan melihat perspektif lain dari suatu relasi. Juga belajar menyelesaikan masalah dengan orang lain.
Self-harm itu leganya sesaat, terasa 'menyenangkan' hanya ketika melakukannya. Selebihnya, masalah tidak selesai begitu saja. Semuanya tetap begitu bahkan mungkin lebih buruk dari sebelumnya.
Memang butuh keberanian untuk mengubahnya. Tapi bantuan akan selalu ada 🤗
Semangat! ❤
Tulisan dari Olphi Disya Arinda on Twitter.

No comments:
Post a Comment