Tak peduli berapa lama hubunganmu dengan pasangan berlangsung, kans untuk selingkuh adalah sama pada setiap pasangan. Orang bilang selingkuh itu indah, kenyataannya adalah selingkuh itu gundah.
Kamu pernah selingkuh?
Pengertian selingkuh itu bagaimana sih sebenarnya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), selingkuh diartikan:
1. suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong;
2. suka menggelapkan uang; korup;
3. suka menyeleweng
Dari pengertian itu, dimanakah letak keindahan dari kata selingkuh?
Masalahnya, setiap orang memiliki interpretasi yang saling berbeda satu sama lain terhadap kata selingkuh bila itu dihubungkan dengan sebuah relasi suami istri ataupun relasi asmara pra-nikah.
Latar belakang setiap pribadi menjadi landasan yang berbeda dalam memandang keberadaan kata selingkuh ini.
Ambil contoh, ada yang mengatakan kalau selama belum melakukan hubungan badan meskipun sudah melakukan komunikasi intens dengan lawan jenis (mengungkapkan kata mesra), itu sudah masuk dalam kategori selingkuh.
Sementara yang lain ada yang berpendapat, berjalan berdua saja dengan lawan jenis dengan embel-embel menaruh perasaan (tanpa sepengetahuan pasangan) itu sudah termasuk sebagai perselingkuhan.
Aku dan kamu pun pasti berbeda dalam memaknai sebuah peristiwa perselingkuhan. Standar kita saling berbeda memandang apakah itu termasuk selingkuh atau tidak.
Kembali kepada pengertian selingkuh tadi.
Menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri. Dalam sebuah relasi suami istri dalam hal ini keluarga yang juga ada anak-anak terlibat di sana, maka dapat dikatakan selingkuh adalah tindakan yang egois. Bertindak sesuatu di luar norma dengan sembunyi-sembunyi. Entah itu pihak perempuan ataupun laki-laki, sama saja bahwa bertindak untuk kepentingan sendiri adalah sebuah tindakan yang tidak dibenarkan.Lantas mengapa orang selalu bilang selingkuh itu indah?
Indah bagi siapa? Indah bagi yang melakukan selingkuh kah?
Ternyata keindahan sebuah perselingkuhan sifatnya hanyalah sementara.
Setiap orang berpotensi untuk dapat jatuh cinta lagi kepada orang lain yang bukan pasangannya. Siapa pun itu, orang sesetia apapun akan mendapatkan godaan yang sama tentang kesetiaan.
Bukan perkara mudah menghindar dari "indahnya" perselingkuhan. Tawaran kenikmatan dunia begitu menarik di mata, perasaan seakan membuncah penuh dengan kebahagiaan. Tapi itu adalah semu.
Akan selalu menjadi sebuah gundah, resah menghantui jiwa kita. Berusaha menyembunyikan rapat-rapat kecurangang yang dilakukan dari pasangan maupun dari lingkungan akan memberikan tekanan jiwa yang sangat berat.
Dampak Perselingkuhan
Aku memberikan tanggapan khususnya dari sisi perempuan yang berselingkuh ya. Ini secara kasuistik tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh perempuan bersuami.Dengan berbagai macam alasan dan penyebab perselingkuhan yang dilakukan perempuan, tetap memiliki dampak negatif terhadap diri perempuan tersebut. Tak hanya terhadap dirinya, dampak itu juga akan dirasakan secara menyeluruh kepada keluarganya, baik itu kepada suami maupun anak-anak.
Terhadap sisi psikologis perempuan, perselingkuhan pada awalnya seolah memberikan harapan baru tentang kebahagiaan yang tak diperoleh dari pasangan resmi namun bisa dengan mudah didapat dari orang lain atau bisa diistilahkan, PIL (Pria Idaman Lain).
Sesungguhnya perempuan lebih hebat dalam menjalankan misi perselingkuhan. Dalam arti hebat adalah tidak mudah diketahui langsung oleh suami. Tapi kelemahannya justru adalah mudah diketahui oleh khalayak ramai dan lingkungan sekitar yang mengenal dia.
Perempuan tidak pintar berbohong. Ini yang membuat selingkuh tak lagi menjadi indah, tapi malah menjadi gundah.
Ada konflik batin yang besar dalam dirinya saat melakukan perselingkuhan, terutama saat dia masih harus memikirkan segala sesuatu tentang anak-anaknya. Berbeda dengan laki-laki yang berselingkuh cenderung tidak memiliki perasaan mendalam dan cenderung bodo amat terhadap situasi anak-anaknya.
Perselingkuhan ibarat sebuah tembakan namun memberikan dampak lubang peluru yang banyak bersarang pada tubuh seseorang. Pelurunya satu, namun lukanya begitu banyak. Ini yang sangat berbahaya.
Luka yang pertama jelas adalah dirinya sendiri. Perempuan akan kembali terluka karena mau tidak mau perempuan bila toh berhasil berpisah dari pasangan resminya dan menikah dengan pasangan selingkuhnya, nama baik jelas akan tercoreng. Orang lain tak pernah mempedulikan kebahagiaan atau kesedihan perempuan berselingkuh.
Luka lain yang timbul adalah pada pasangan resmi atau suami. Tak perlu aku jelaskan, semua sudah paham ya.
Dan luka selanjutnya adalah luka yang dirasakan oleh anak-anak. Sebagai seorang ibu, bukankah sangat mengerikan bila anak-anak akan memiliki persepsi buruk terhadap ibunya sendiri, menganggap ibunya yang melakukan perselingkuhan.
Kembali luka akan menancap pada jiwa dan perasaan perempuan yang melakukan perselingkuhan itu.
Memang berat menjadi perempuan itu, hidup benar saja disalahkan apalagi hidup dalam kesalahan perselingkuhan.
Aku rasa kesimpulan yang bisa aku katakan saat ini adalah selingkuh itu gundah.
image: Andrew Martin from Pixabay

No comments:
Post a Comment